Disdukcapil dan KPU saling “Lempar Bola” soal DPT berbasis KTP Elektronik, Eko Marhaendy: “Konflik Regulasi Membingungkan Publik.”

Dilansir dari Utamanews. Pemberitaan tanggal 10 November 2017 dengan judul: "Rumah Konstituen Sampaikan Pandangan Tentang 'Konflik Regulasi' dalam Dialog Publik Medan Jurnalis Club." Baca langsung dari sumber berita.

Medan Jurnalis Club (MJC) menggelar Dialog Publik bertajuk “Kisruh Ketiadaan Blanko E-KTP dan Nasib Pemilik Suara” di Medan Club kawasan Jalan Kartini Kota Medan, Kamis sore (9/11).

Eko Marhaendy, saat menyampaikan pandangan tentang konflik regulasi dalam Dialog Publik Medan Jurnalis Club. Medan Club, 9 November 2017 (Dok: Utamanews).

Kegiatan yang melibatkan nara sumber dari berbagai stakeholder itu dilaksanakan sebagai respon terhadap Surat Edaran KPU Nomor 556/KPU/X/2016 terkait penyusunan DPT berbasis e-KTP (KTP Elektronik​).

Dalam penelusuran Rumah Konstituen lebih lanjut, surat edaran yang menjadi dasar polemik dalam kegiatan dialog itu sendiri tidak termuat (lagi) pada Portal Publikasi Website KPU. Surat edaran tersebut ditengarai akan berpotensi menghilangkan “hak suara” bagi pemilih yang tidak mengantongi E-KTP.

Belajar dari beberapa daerah yang telah melaksanakan Pilkada lebih dulu, semisal Kabupaten Buleleng, surat edaran tersebut nyatanya menjadi dasar bagi KPU setempat untuk menerbitkan imbauan penghapusan status pemilih dari DPT jika yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan E-KTP atau Surat Keterangan (Suket) Disdukcapil hingga 4 Desember 2016.

Imbauan serupa sebenarnya juga pernah disampaikan Ketua KPU Kota Medan, Herdensi Adnin beberapa pekan lalu. Melansir Analisadaily, Kamis (19/10), Adnin menyebut perekaman E-KTP penting dilakukan karena itu merupakan acuan DPT untuk Pilkada serentak tahun 2018.

Berdasarkan data yang dirilis MJC dalam TOR kegiatan, hanya ada 2 juta orang yang sudah mengantongi blanko E-KTP; 6 juta belum memiliki E-KTP; sedangkan 1,8 juta lainnya sama sekali belum melakukan perekaman data. Informasi ini terkonfirmasi dengan data yang dikemukakan Disdukcapil Sumut sebagai salah satu nara sumber dalam kegiatan itu.

Narasumber yang lainnya, Dr. Bakhrul Chair Amal, M.Si, mengungkapkan inkonsistensi antara Surat Edaran tersebut dengan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2017 yang muncul setelahnya.

Ia menilai masalah E-KTP yang belum seluruhnya diterima penduduk sehingga harus diatasi dengan Suket Disdukcapil, menunjukkan ketidakmampuan Pemerintah mengidentifikasi masalah dalam implementasi E-KTP.

Sekretaris KPU Sumatera Utara, Abdul Rajab Pasaribu menyebut permasalahan ini hanya bisa dijawab oleh Pemerintah. Sementara Kabid Pengelolaan Informasi Kependudukan Disdukcapil Kota Medan, Arpian Saragih, justeru menganggap KPU lah yang berkompeten mendefinisikan siapa yang disebut sebagai pemilih karena mereka tidak akan mengeluarkan surat keterangan (Suket) pada warga yang belum melakukan perekaman data.

Kesan saling “lempar bola” antara KPU dan Disdukcapil ini mengundang kritik Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, Eko Marhaendy, yang juga dimintakan pandangan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, konflik regulasi memang sering membingungkan masyarakat.

Tidak terkait langsung dengan tema, Eko mencontohkan kebijakan E-Tol yang sangat penting di satu sisi, tapi bisa mengancam penyelenggara layanan Tol karena keberadaan undang-undang mata uang yang belum direvisi di sisi lainnya. Berangkat dari sini Eko mengajak masyarakat untuk lebih partisipatif mengawal penyelenggaraan Negara dengan melakukan kritik dan mengajukan solusi.

Terkait dengan kisruh E-KTP sebagai basis penetapan DPT, Eko mengimbau agar para pemangku kepentingan bersinergi untuk “menjemput bola.”

Menurutnya, KPU dan Disdukcapil tidak boleh saling melempar tanggung jawab yang pada gilirannya akan membingungkan masyarakat (Budi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s