Melacak Kelahiran Muhammad: Sebuah Perspektif Sejarah Kritis

Pada kesempatan sebelumnya, saya pernah menuliskan sebuah artikel bertajuk “Sekedar Refleksi untuk 8 Juni” dengan sebuah ide pemikiran bahwa 8 Juni โ€“ dalam perspektif penanggalan Masehi โ€“ pada prinsipnya merupakan momentum penting bagi umat Islam, namun kerap menganggapnya tidak begitu penting. Artinya, umat Islam pada umumnya hampir melupakan bahwa tanggal tersebut merupakan tanggal dimana Muhammad SAW wafat.

Lanjutkan membaca “Melacak Kelahiran Muhammad: Sebuah Perspektif Sejarah Kritis”

Pacaran Dalam Islam?

Tulisan ini merupakan materi ketika saya diminta mengisi pengajian mahasiswa AMIK MBP Medan yang diselenggarakan pada Minggu 10 Februari 2008 dengan tema: “Pacaran Dalam Pandangan Islam”. Sengaja materi sebagai bahan pengajian ini saya beri judul “Pacaran Dalam Islam?” dengan menggunakan tanda tanya di unjung kalimat, yang mengisyaratkan bahwa tema ini masih perlu dipertanyakan.

Lanjutkan membaca “Pacaran Dalam Islam?”

Sekedar Refleksi Untuk 8 Juni

Menyoal 8 Juni sebagai sebuah momentum tentu tidak berarti apa-apa bagi kebanyakan orang, bahkan ketika momentum ini dikemukakan, tidak sedikitpun menyulut memori ingatan kita. 8 juni mungkin hanya berarti untuk mereka yang memiliki kenangan istimewa didalamnya; boleh jadi hari ulang tahun, pristiwa berkesan, atau pristiwa buruk sekalipun yang mengharuskan mereka untuk mengingatnya.

Lanjutkan membaca “Sekedar Refleksi Untuk 8 Juni”

Mengapa Islam Menolak Valentine?

“Valentine” menjadi istilah yang akrab dan populer disebutkan untuk momentum 14 Februari. Momentum ini menyimpan nilai tersendiri bagi mereka yang merayakannya. Sehingga tak jarang 14 Februari diaktualisasikan sebagai sebuah perayaan khusus disetiap tahunnya. Dimulai dengan mengemas sebuah kado istimewa, melayangkan ucapan “happy Valentine”, hingga mengadakan perayaan besar bak sebuah resepsi pernikahan. Hal ini dinilai wajar untuk sebuah momentum yang “diistimewakan”.

Lanjutkan membaca “Mengapa Islam Menolak Valentine?”